Selasa, 14 April 2015

Rangkuman Buku Komitmen Muslim Sejati



BAB 1 – Apa artinya saya mengaku muslim?
Beberapa karakteristik yang harus ada dalam diri seorang muslim terutama dalam komitmennya sebagai seorang muslim:
Subbab 1 – Saya harus mengislamkan aqidah saya –
a.       Saya harus meyakini bahwa segala sesuatu yang ada telah diciptakan dan diatur dengan sempurna oleh Allah Azza wa Jalla
b.      Saya harus meyakini bahwa setiap ada hikmah disetiap penciptaan, tidak ada penciptaan yang sia-sia
c.       Saya harus meyakini bahwa Allah telah mengirimkan utusan di bumi sebagai petunjuk agar manusia tahu bahwa asal, alasan hidup, dan tujuan mereka adalah Allah
d.      Saya harus meyakini bahwa tujuan manusia hidup adalah untuk mengenal Allah
e.      Saya harus meyakini setiap perbuatan ada balasannya
f.        Saya harus meyakini bahwa setiap perbuatan yang dilakukan manusia terjadi atas izin Allah
g.       Saya harus meyakini bahwa syariat hanya berasal dari Allah
h.      Saya harus mengetahui nama-nama dan sifat-sifat Allah yang telah banyak diisyaratkan dalam Alquranul Karim
i.         Saya harus merenungkan mengenai penciptaan dan bukan Dzat-Nya
j.        Saya harus meyakini bahwa pengetahuan Allah tak terbatas dan lebih mengutamakan pendapat para salafi dalan takwil dan ta’thil
k.       Saya harus menyembah Allah semata
l.         Saya hanya takut kepada kemurkaan Allah
m.    Saya harus selalu mengingat-Nya
n.      Saya harus memiliki rasa cinta Allah melebihi apapun
o.      Saya harus selalu bertawakkal dan menggantungkan hidup kepada Allah
Subbab 2 – Saya harus mengislamkan ibadah saya –
Ibadah adalah penghubung makhluk dengan pencipta-Nya, oleh karena itu ibadah harus dilakukan dengan mengharap Ridho-Nya dan sesuai Syariat-Nya
a.       Ibadah saya harus mencapai tingkatan ihsan (senantiasa merasa Diawasi-Nya)
b.      Ibadahku harus khusyuk dan sepenuh hati
c.       Saya harus rakus dalam beribadah
d.      Saya harus melatih kebiasaan saya untuk melaksanakan qiyamullail dan ibadah nafilah lainnya
e.      Sebaiknya saya senantiasa berhubungan dengan Alquranul karim terlebih pada waktu fajar
f.        Saya harus senantiasa berdoa kepada Allah terutama doa-doa ma’tsuur pada saat:

-          Menjelang dan bangun tidur
-          Berpakaian dan melepasnya
-          Keluar dan masuk rumah
-          Berjalan ke masjid
-          Masuk dan keluar masjid
-          Mau dan selesai makan
-          Mengucap selamat pada pengantin
-          Melihat anak kecil
-          Merasa risau dan sedih
-          Membesuk orang sakit
-          Bertakziyah
-          Melaksanakan sholat jenazah


Subbab 3 – Saya harus mengislamkan akhlak saya –
Penyempurnaan akhlak yang mulia merupakan tujuan risalah Islam. Akhlak mulia adalah buah ibadah dalam Islam. Keimanan tidak ada nilainya tanpa akhlak mulia. Sifat-sifat yang menimbulkan akhlak mulia antara lain:
a.       Berhati-hati (wara’) terhadap syubhat (sesuatu yang tidak jelas hukumnya)
b.      Menahan pandangan
c.       Menjaga lidah dari perkataan yang sia-sia
d.      Malu (haya’)
e.      Pemaaf dan sabar dalam berdakwah seperti sikap para nabi
f.        Jujur
g.       Rendah hati dan toleransi
h.      Menjauhi prasangka, ghibah, dan mencari kejelekan sesame Muslim
i.         Dermawan dan pemurah di jalan Allah
j.        Menjadi teladan bagi lingkungannya
Subbab 4 – Saya harus mengislamkan keluarga dan rumah tangga saya –
Pengakuan menjadi Muslim menuntut agar risalah Islam ada dalam setiap aspek kehidupan, oleh karena itu lingkungan masyarakat Muslim perlu dibentuk sehingga ada tanggung jawab untuk berdakwah. Dakwah kepada lingkungan sekita yang paling dekat dan mudah adalah dakwah kepada keluarga sebagai komponen terkecil kelompok sosial. Tugas seorang Muslim adalah bertanggung jawab terhadap keluarga, rumah tangga, dan anak-anaknya.
a.       Tanggung jawab pernikahan
-          Pernikahan harus saya laksanakan semata-mata karena Allah
-          Salah satu tujuan rumah tanggaku antara lain menahan pandangan, memelihara kemaluan, dan bertakwa kepada Allah
-          Saya harus memilih pendamping dan teman hidup sebaik-baiknya
-          Saya harus berhati-hati dalam berumah tangga
b.      Tanggung jawab pasca pernikahan
-          Saya harus bersikap baik terhadap pendamping saya
-          Hubungan saya dan pendamping saya tidak hanya hubungan lahiriyah tetapi juga batiniyah
-          Hubungan saya dan pendamping saya harus mengikuti tuntunan syara’
c.       Tanggung jawab bersama dalam mendidik anak
Faktor utama dalam rangka mewujudkan pendidikan islami bagi anak adalah dengan selalu mendirikan pernikahan islami karena pada dasarnya keturunan yang shaleh adalah hal yang diharapkan dari rumah tangga islami. Ladang pahala orang tua salah satunya berasal dari keturunan yang shaleh dan shalehah.
Subbab 5 – Saya Harus Mengalahkan Nafsu Saya –
Manusia pada dasarnya selalu berperang dengan nafsu sampai akhir hayat, ia bisa kalah maupun menang.
a.       Tipe-tipe manusia
-          Manusia yang kalah terhadap nafsu dan mementingkan dunia daripada akhirat
-          Manusia yang kadang kalah dan kadang menang yaitu orang yang berbuat dosa kemudian bertobat
-          Manusia yang maksum (suci, bersih dari dosa)
b.      Perangkat-perangkat untuk memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu
-          Hati yang lembut, kukuh, bersih, dan bercahaya
-          Akal yang memiliki kebijaksanaan (bashirah), berpengetahuan, mampu membedakan, dan mencari ilmu untuk mendekatkan diri kepada-Nya karena mendapatkan Cahaya-Nya
c.       Indikasi kekalahan akhlak
-          Hati manusia mati atau mengeras
-          Akalnya padam atau menyimpang
-          Kalah dalam peperangan melawan setan sehingga hatinya was-was ketika akan memilih jalan Allah
d.      Sarana-sarana untuk membentengi diri dari masuknya setan
Pintu masuk setan dan cara menghalanginya:
-          Ambisi dan buruk sangka yang harus dihadapi dengan sikap percaya dan menerima
-          Kecintaan terhadap hidup dan panjang angan-angan yang harus dihadapi dengan rasa takut akan datangnya kematian yang tiba-tiba
-          Keinginan untuk santai dan bersenang-senang yang harus dihadapi dengan mengingat hisab
-          Bangga diri yang harus dihadapi dengan mengingat karunia dan rasa takut terhadap mudharat bangga diri
-          Meremehkan dan kurang menghargai orang lain yang dihadapi dengan mengenali hak dan kehormatan orang lain
-          Dengki yang harus dihadapi dengan sikap rela menerima terhadap segala sesuatu yang telah dimiliki
-          Riya’ dan keinginan dipuji yang harus dihadapi dengan keikhlasan
-          Kikir yang harus dihadapi dengan menyadari bahwa tidak ada yang kekal kecuali Allah dan akhiratnya
-          Sombong yang harus dihadapi dengan sikap rendah hati
-          Tamak yang harus dihadapi dengan sikap zuhud
Selain itu ada cara-cara lain yaitu: sebelum melakukan pekerjaan senantiasa membaca bacaan tasmiyah, senantiasa membaca Al-Qur’an, serta senantiasa berdzikir dan beristighfar.
Subbab 6 – Saya Harus Yakin Bahwa Masa Depan Adalah Milik Islam –
Keyakinan terhadap masa depan dunia yang akan dipimpin oleh Islam didorong oleh beberapa factor yaitu:
a.       Rabaniyah manhaj Islam
b.      Universlitas manhaj Islam
c.       Elastisitas manhaj Islam
d.      Kelengkapan manhaj Islam
e.      Keterbatasan sistem-sistem buatan manusia (wadh’iyah)

BAB 2 – Apa Artinya Saya Berafiliasi Kepada Pergerakan Islam? –
Setelah mengaku sebagai seorang Muslim sejati dan mewujudkan semua karakteristik yang mencerminkan seorang Muslim sejati maka ia akan menjadi seorang aktivis pergerakan Islam secara tulus. Oleh sebab itu proses kaderisasi dengan dasar keislaman yang kuat akan sangat berpengaruh. Karakteristik Muslim agar pengakuan keislamannya benar antara lain:
Subbab 1 – Saya Harus Hidup untuk Islam –
Saya harus hidup dalam lingkungan Islam dan menerapkan Islam dalam setiap aspek kehidupan. Saya harus hidup untuk perjuangan Islam dan memenangkan Islam. Di dunia ini ada tiga golongan manusia, dimanakah saya berada?
a.       Golongan yang hidup untuk dunia dan lupa adanya kehidupan akhirat
b.      Golongan yang tercampakan antara dunia dan akhirat yaitu golongan orang yang masih percaya adanya Allah dan hari akhir namun hanya sekedar formalitas saja tanpa melakukan usaha untuk mempersiapkan bekal
c.       Golongan yang menganggap dunia sebagai lahan bagi kehidupan akhirat yaitu orang-orang yang tahu akan makna dan tujuan ia hidup, tidak diperbudak olah syahwat dan hawa nafsu, serta senantiasa mengingat dan mencari Ridho Allah dalam setiap aktivitasnya
Lantas bagaimana saya hidup untuk Islam? Saya harus mengetahui dan memegang teguh sejumlah perkara antara lain:
a.       Mengetahui tujuan hidup saya diciptakan adalah untuk menyembah Allah dan mengagungkan-Nya.
b.      Mengetahui nilai dunia dibandingkan dengan akhirat itu seperti bangkai yang dibuang oleh majikannya dan bahkan lebih hina di Mata Allah. Dunia hanyalah barang fana yang pasti akan rusak dan tidak berarti.
c.       Menyadari kematian pasti dating dan saya harus mengambil pelajaran darinya. Sabda Rasulullah Saw bahwa kubur adalah salah satu di antara taman-taman surge atau satu parit diantara parit-parit neraka (HR. Thabrani).
d.      Mengetahui hakikat Islam dengan mempelajari, memahami, dan memperdalam prinsip-prinsip, hukum-hukum, dan hal-hal yang dihalalkan atau diharamkannya.
e.      Mengetahui hakikat jahiliyah dengan mengenali segalam macam aspeknya sehingga saya bisa menghindarkan diri darinya dan menyiapkan bekal untuk memeranginya.
Berikut ini adalah karakteristik manusia yang hidup untuk Islam:
a.       Teguh dalam melaksanakan ajaran-ajaran Islam, karena iman tidak cukup sekedar di mulut, dan teguh dalam menuntut ilmu
b.      Memiliki kepedulian terhadap kemaslahatan Islam setiap saat
c.       Bangga dengan kebenaran dan yakin kepada Allah
d.      Senantiasa konsisten dalam memperuangkan Islam dan tolong-menolong dengan para aktivis karena sejatinya tolong-menolong dalam kebaikan itu adalah perintah Alah dan para mukmin adalah ibarat bangunan kukuh yang saling menguatkan
Subbab 2 – Saya Harus Meyakini Kewajiban Memperjuangkan Islam –
Sebelum Islam sampai pada kemenangannya, maka tiap muslim mempunyai kebajiban untuk memperjuangkannya. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa sudut pandang :
a.       Kewajibannya sebagai prisip
Memperjuangkan Islam sebagai sebuah prinsip merupakan suatu kewajiban, karena Allah telah membebankannya pada manusia, pertamanya kepada para nabi dan rasul, kemudian terhadap manusia pada umumnya (lihat QS Al-Ashr : 1-3; QS Al-Ma’idah : 67; dan QS Al-Baqarah : 159)
b.      Kewajibannya sebagai hukum
Memperjuangkan Islam hukumnya wajib karena lumpuhnya usaha menjadikan Allah sebagai Hakim di bumi dan kurangnya tatanan kehidupan Islami dalam masyarakat umumnya. Mewujudkan masyarakat islami dan berhukum sesuai hukum Allah merupakan sebuah kewajiban maka berjuang untuk menegakkan dan mwujudkannya juga merupakan kewajiban. Tatanan kehidupan Islam membutuhkan khalifah Islam pula melalui suatu kekuasaan Islam.
c.       Kewajiban menegakkan Islam sebagai kebutuhan darurat
Memperjuangkan Islam merupakan kebutuhan darurat yang harus dilaksanakan dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman dan konspirasi-konspirasi musuh Islam. Kawasan-kawasan dunia Islam secara keseluruhan sedang mengalami keadaan kacau dalam berbagai bidang. Beberapa wilayah dunia Islam menderita karena penjajahan orang-orang non-Muslim dan ada beberapa wilayah yang menderita karena kekuasaan minoritas yang membenci Islam dan menindas kaum Muslimin
d.      Kewajiban secara individu dan kolektif
Pada dasarnya tanggung jawab berjuang untuk Islam adalah kewajiban individu sesuai dengan batas kemampuan masing-masing, namun dalam masyarakat yang luas ditemui berbagai pertimbangan dan kenyataan yang tidak bisa dihindarkan, di antaranya:
-          Beban perjuangan Islam terlalu berat untuk ditanggung seorang diri
-          Usaha Rasulullah Saw dan para shahabiyah mencontohkan dakwah secara berjamaah
-          Dari sisi kualitas dan kuantitas, organisasi pergerakan dakwah akan lebih efektif dan efisien
e.      Barang siapa berjihad, sesungguhanya ia berjihad untuk dirinya sendiri
Para aktivis Islam sebaiknya menyadari bahwa sebenarnya mereka membutuhkan Islam. Ketika mereka berjuang dan berjihad maka mereka akan membersihkan diri, menyucikan jiwa, melaksanakan sebagian Hak Allah, dan mendapatkan pahala dari Allah. Harga diri yang sejati adalah dengan Islam dan kemuliaan yang sejati diwujudkan dengan berperan serta dan konsisten dalam perjuangan Islam karena mereka akan mempunyai hubungan dengan para nabi, shidiqin, syuhada, dan orang-orang shaleh. Berjihad merupakan jalan untuk membersihkan dan menyucikan diri, jalan kasih saying dan kemuliaan, jalan kesabaran yang panjang, jalan ketulusan, serta jalan kejujuran dan keikhlasan.
Subbab 3 – Pergerakan Islam: Misi, Karakteristik, dan Perlengkapannya –
a.       Misi pergerakan Islam
Misi pergerakan Islam yaitu menghambakan manusia kepada Allah Swt secara pribadi ataupun sebagai masyarakat dengan memperjuangkan tegaknya masyarakat Islam yang mengambil hukum-hukum dan ajaran-ajaran dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya.
Misi pergerakan Islam secara global antara lain:
-          Menegakkan sistem pemerintahan internal (untuk mewujudkan firman Allah dalam QS Al-Ma’idah : 49)
-          Menegakkan sistem hubungan internasional (untuk mewujudkan firman Allah dalam QS Al-Baqarah : 143)
-          Menegakkan tatanan aplikatif di bidang kehakiman (sesuai QS An-Nisa’ : 65)
-          Menegakkan sistem pertahanan dan kemiliteran untuk mewujudkan mobilisasi umum (sesuai QS At-Taubah : 41)
-          Menegakkan sistem perekonomian yang bersifat mandiri
-          Menegakkan sistem pendidikan dan pengajaran yang memberantas kebodohan
-          Menegakkan tatanan keluarga dan rumah tangga Islami
-          Menegakkan tatanan individu agar bahagia (menurut Asy-Syams : 9)
-          Menegakkan spirit umum yang mewarnai individu umat (sesuai QS Al-Qashash : 77)
-          Mengembalikan kejayaan Islam di muka bumi
b.      Karakteristik dasar pergerakan Islam
Karakteristik pergerakan Islam yang paling menonjol antara lain:
-          Merupakan pergerakan yang bercorak ketuhanan, mengajak kepada Allah, dan bukan organisasi yang berorientasi pada kepentingan golongan tertentu
-          Merupakan pergerakan yang independen
-          Merupakan pergerakan yang progresif ( selalu mengalami kemajuan ) dalam hal bidang ilmu pengetahuan dan kualitas rasa, pikir, serta moralitas manusia
-          Merupakan pergerakan komprehensif (menyeluruh) dalam memperbaiki berbagai macam aspek, dapat disebut sebagai dakwah salafiyah karena mengajak untuk mengembalikan Islam pada sumber yang murni –Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya-
-          Menjauhi perselisihan fiqih dan menyatukan kaum Muslimin dalam ikatan prinsip dan kaidah Islam
c.       Spesifikasi gerakan Islam
-          Jauh dari kekuasaan para penguasa dan politikus
-          Memiliki tahapan-tahapan dalam langkahnya, yaitu (menurut Al-Iman Asy-Syahid):
1.       Tahapan ta’rif  (menyebarkan fikrah umum kepada masyarakat melalui pengajian dll)
2.       Tahapan takwin (menyaring unsure-unsur yang baik untuk memikul beban-beban jihad dan membentuk sinergi satu sama lain)
3.       Tahapan tanfidz (jihad tanpa kompromi dan aktivitas berkesinambungan oleh orang-orang tertentu)
-          Mengutamakan aktivitas dan produktivitas daripada klaim dan propaganda
-          Mengatur napas yang panjang (menyiapkan diri untuk menghadapi segala kesusahan dan kesulitan serta memberikan banyak pengorbanan, tidak tergesa-gesa, dan tidak mudah putus asa)
-          Nyata dalam aktivitas, rahasia dalam organisasi
-          Uzlah /diferensiasi kejiwaan, bukan fisik, yaitu pembedaan diri golongan mukmin dan orang kafir dalam pola pikir dan konsepsi, akhlak dan perilaku, serta perasaan
-          Tujuan tidak menghalalkan segala cara serta memiliki beberapa batas ideologi dan moral antara lain:
1.       Tidak boleh menggunakan sarana yang bathil dalam mencapai tujuan dan target
2.       Kebenaran adalah sesuatu yang utuh dan tidak bisa dipisah-pisahkan
3.       Kebenaran harus diperjuangkan dengan penuh kekuatan dan harus ada pengorbanan
4.       Senantiasa sadar, hati-hati, dan teguh berpegang pada tali Allah dan mengikuti petunjuk-Nya
5.       Kebenaran adalah yang dituntunkan oleh syara’ bukan oleh manusia
d.      Perlengkapan pergerakan Islam
Perlengkapan pergerakan Islam sekarang sama dengan perlengkapan dakwah Rasulullah dan para salafusaleh terdahulu, antara lain:
-          Memiliki keimanan yang paling mendalam, kuat, suci, dan kekal, meyakini adanya Allah, serta meyakini pertolongan Allah dan bantuan-Nya
-          Meyakini jalan yang ditempuh, keistimewaan, dan kebaikannya
-          Meyakini persaudaraan serta hak-hak dan kesakralannya
-          Meyakini agung dan besarnya pahala
-          Meyakini diri sendiri
-          Jihad fii sabilillah
Subbab 4 – Saya Harus Mengetahui Jalan Perjuangan Islam –
Jalan perjuangan Islam yang ada saat ini terdiri dari berbagai macam kelompok yang memiliki kepentingan, tujuan, serta cara penyampaian yang berbeda-beda pula. Namun, ada beberapa diantara kelompok-kelompok tersebut yang masih belum melaksanakan perjuangan Islam yang mendasar, yaitu perjungan yang menyebabkan perubahan besar dari zaman jahiliah menuju cahaya keislaman, membebaskan dunia Islam dari dominasi kekuasaan kafir dan taghut, serta membentuk kondisi masyarakat Islami.

Rabu, 20 Agustus 2014

Mutiara Itu Tertutup Debu

Assalamu'alaykum w.w. Selamat malam,
saya kembali mengeposkan sebuah karya saya yang mungkin bisa dibilang masih sangat dibawah rata-rata untuk ukuran sebuah karya tulis
Esai ini saya buat dalam rangka mengikuti sebuah perlombaan esai untuk kategori siswa SMA/sederajat yang diadakan oleh MIT (Media Informasi Teknik) BEMKMFT (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik) UGM. Alhamdulillah, saya mendapatkan peringkat kedua. 
Disclaimer: Hak cipta oleh Palupi Hanggarani (Alumni SMA Negeri 1 Yogyakarta T.A 2014). Jika ingin mengutip, harap sertakan pada daftar pustaka.

Bulan Milik Bintang

Assalamu'alaykum w.w. selamat malam,
Pada kesempatan ini, saya ingin membagikan sebuah cerita yang saya buat sendiri pada waktu masih duduk di bangku SMA, untuk tahun tepatnya saya sudah lupa.
Sebenarnya cerita ini merupakan salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada waktu itu, kami ditugasi untuk mebuat sebuah cerita pendek, kemudian mengirimkannya pada sebuah majalah atau media cetak lainnya dengan harapan cerita tersebut akan dimuat. Tugas ini sangat melatih kepercayaan diri,
Saya rasa, sekian pengantar dari saya, selamat membaca. Kritik ataupun saran yang membangun sangat saya harapkan. Terimakasih.


Senin, 11 Agustus 2014

Dari Kampus Kepada Masyarakat oleh Para Mahasiswa Indonesia

Oleh Palupi Hanggarani (Mahasiswi Teknik Kimia 2014 UGM)


 Para pemuda dengan Sumpah Pemuda mereka telah menyatukan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan dari Timor (ketika masih bergabung dengan Indonesia) sampai Talaud. R.A. Kartini dengan ‘emansipasi’-nya telah membawa kaum perempuan mempunyai derajat sosial yang sama dengan kaum laki-laki. Ki Hajar Dewantara dengan trilogi pendidikannya telah merubah pola pendidikan di Indonesia. Lalu, bagaimana dengan peran kita yang mengaku mahasiswa Indonesia? Jawabannya adalah dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 
 Tri Dharma Perguruan Tinggi muncul akibat dibuatnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, lebih perincinya pada Pasal 20 ayat 3, yang menyatakan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga poin tersebut pada akhirnya dikenal sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi sampai saat ini. Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut merupakan suatu visi yang diharapkan mampu dicapai oleh mahasiswa Indonesia. Mengapa demikian? Karena mahasiswa itu sendiri sejatinya ada pusat dari perguruan tinggi. Peranan mahasiswa yang notabene dianggap sebagai golongan intelektual di Indonesia, tentunya memiliki pengaruh tersendiri dalam perkembangan negara.
 Pentingnya keberadaan mahasiswa yang mampu menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, membuat mahasiswa dipaksa untuk selalu melakukan aktivitas berdasar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal tersebut bisa dimulai dari linkungan terkecil mereka, yaitu kampus.
 Pendidikan. Pendidikan dan para pencari ilmu, dalam hal ini adalah mahasiswa, pada dasarnya adalah komponen yang saling melengkapi. Pendidikan bagi mahasiswa, yakni pendidikan tinggi, seyogyanya dipahami sebagai suatu kesatuan yang dinamis dan saling beriringan. Kemajuan sebuah sistem pendidikan tinggi dipengaruhi oleh kemajuan pola pikir para mahasiwa itu sendiri. Pada saat yang sama, kemajuan dari mahasiswa ditentukan oleh kualitas dari materi pendidikan yang mereka dapat. Pendidikan di lingkungan kampus pada umumnya tidak hanya terorientasi pada masalah akademik yang menyangkut tentang kajian ilmu khusus yang didalami oleh mahasiswa tersebut, melainkan juga mencakup pendidikan kerohanian, keahlian khusus, dan kemampuan diri. Pendidikan dalam lingkup non-formal yang meliputi interaksi antara sesama makhluk sosial, berupa pertemanan dan pergaulan, juga terlibat dalam hal ini. Pendidikan-pendidikan yang ada di lingkungan kampus ini diharapkan dapat menciptakan para mahasiswa tangguh yang berpengetahuan dan berkemampuan tinggi, baik pada dirinya maupun lingkungannya, dengan tetap berpegang teguh pada prinsip kerohanian sesuai dengan ajaran agamanya. 
 Penelitian. Secara sempit, penelitian dapat diartikan dengan proses penemuan suatu informasi baru yang kemudian akan disebarluaskan. Jika dikaitkan dengan pendidikan maka penelitian merupakan suatu tahapan setelah pendidikan itu sendiri. Mengapa bisa demikian? Penelitian merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan atau menguji materi pendidikan yang telah diterima. Keingintahuan pada suatu fenomena yang dirasa tidak sesuai dengan tempatnya, dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan ‘permasalahan’, yang ditemukan dari kepekaan terhadap lingkungan dan adanya pengetahuan yang melatarbelakangi ketidaknyamanan pada permasalahan tersebut akan memicu adanya penelitian. Dari latar belakang dan permasalahan tersebut, seorang peneliti akan mengkaji dan mencari sebuah solusi melalui metode-metode tertentu agar menghasilkan solusi yang efektif dan efisien.
 Kehidupan kampus yang berada dalam ribuan permasalahan yang timbul di lingkungan masyarakat, diakui atau tidak telah menciptakan banyak solusi terhadap permasalahan yang ada melalui penelitian-penelitian yang dibuat oleh para mahasiswa. Pentingnya peran mahasiswa peneliti bagi permasalahan yang ada memang sangat tinggi. Oleh sebab itu, peningkatan dan pengembangan penelitian di kampus mutlak diperlukan.
 Pengabdian kepada masyarakat. Ketika sebuah pendidikan ada dalam penelitian yang berupa solusi dari sebuah permasalahan telah ditemukan maka pendidikan tersebut baru akan mempunyai sebuah nilai apabila ia telah diaplikasikan. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya. Itulah esensi dari sebuah nilai kehidupan. Sebagai sebuah golongan yang dianggap intelektual, sudah sepantasnya mahasiswa, turut berperan serta memberikan manfaat bagi sekitarnya, yaitu masyarakat. Dalam konteks tulisan ini, salah satu tujuan dari dibuatnya sebuah penelitian adalah untuk disebarluaskan kepada masyarakat sekitar sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. 
 Seperti itulah wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi di dalam lingkup kampus yang dilakoni oleh para mahasiswa Indonesia. Berawal dari sebuah pendidikan, kemudian penelitian, hingga berakhir menjadi sebuah pengabdian kepada masyarakat. Seperti itulah peran para mahasiswa Indonesia pada batas waktu saat ini. Biarlah para pemuda berpuluh tahun lalu ada dengan Sumpah Pemuda mereka, biarlah seorang Raden Ajeng Kartini melawan sebuah kebudayaan pada masanya, dan biarlah seorang Ki Hajar Dewantoro apresiasi atas pemikirannya, karena para mahasiswa Indonesia saat ini telah ada untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Dari kampus kepada masyarakat oleh para mahasiswa Indonesia.