Rabu, 20 Agustus 2014

Mutiara Itu Tertutup Debu

Assalamu'alaykum w.w. Selamat malam,
saya kembali mengeposkan sebuah karya saya yang mungkin bisa dibilang masih sangat dibawah rata-rata untuk ukuran sebuah karya tulis
Esai ini saya buat dalam rangka mengikuti sebuah perlombaan esai untuk kategori siswa SMA/sederajat yang diadakan oleh MIT (Media Informasi Teknik) BEMKMFT (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik) UGM. Alhamdulillah, saya mendapatkan peringkat kedua. 
Disclaimer: Hak cipta oleh Palupi Hanggarani (Alumni SMA Negeri 1 Yogyakarta T.A 2014). Jika ingin mengutip, harap sertakan pada daftar pustaka.


Mutiara Itu Tertutup Debu
Indonesia. Indonesia adalah salah satu dari 13 negara  “ter-korup” di dunia. Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah penduduk yang banyak di dunia. Namun, tahukah Anda? Indonesia adalah negara yang istimewa. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.504 pulaunya. Indonesia juga merupakan negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2. Dan ada lagi hal yang bisa kita banggakan dari Indonesia, yaitu sebagai sebuah negara dengan suku bangsa dan bahasa daerah terbanyak di dunia. Lebih dari 740 suku bangsa ada di Indonesia. Di Papua saja, ada 270  suku bangsa. Dan dari banyak suku bangsa tersebut ada 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Sungguh kaya bukan negara kita ini?
Ya, siapa menyangka dibalik persepsi negatif kita mengenai Indonesia, ia menyimpan berjuta-juta hal yang membuat kita bangga menjadi bangsa Indonesia. Bagaimana cara negara lain menghargai negara kita jika kita tidak menghargai negara kita sendiri? Oleh karena itu, marilah kita kembangkan cara berfikir positif mengenai negara kita tercinta, Indonesia.
Indonesia menyimpan begitu banyak potensi yang bisa kita kembangkan. Indonesia memiliki wayang, angklung, Tari Kecak, rumah-rumah adat yang indah, dan masih banyak budaya lainnya. Tentu saja semua itu tak dimiliki oleh negara lain. Kita ambil saja batik sebagai contoh. Dulu, ketika batik masih merupakan warisan asli bangsa Indonesia, kita tidak mau mengenakannya. Apalagi anak-anak muda, mereka beranggapan bahwa orang yang menggunakan batik itu tidak keren, karena mirip orang-orang yang sedang ‘kondangan’. Namun, saat ini, ketika batik telah dipatenkan haknya oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia, kita baru mau menggunakannya. Haruskah kita juga menunggu warisan budaya lain yang notabene banar-benar asli dari Indonesia dipatenkan haknya oleh UNESCO juga?
Ada hal lain yang patut kita banggakan. Budaya gotong-royong, dan nilai kekeluargaan di dalam masyarakat terutama di daerah pedesaan yang memang sangat menghargai budayanya, sampai saat ini  masih ada di Indonesia. Tentu saja sangat berbeda dengan negara-negara maju yang mayoritas penduduknya tinggal di perkotaan. Karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing, mereka sampai-sampai tak mengenal tetangga mereka sendiri ketika berpapasan di jalan.
Indonesia juga memiliki banyak tempat-tempat yang memesona yang tidak kalah dengan negara lain. Jika di Colorado ada Grand Canyon, di Indonesia ada Green Canyon yang berada di Pangandaran. Green Canyon merupakan tempat yang indah karena terdapat tebing-tebing indah dan air yang berwarna hijau karena pantulah tumbuh-tumbuhan di sekitarnya. Ada juga Taman Bunaken di Sulawesi yang menyimpan banyak kekayaan flora dan fauna bawah laut yang tentunya sangat indah dan menarik. Terumbu karang dan ikan-ikan kecil yang beraneka warna yang mengitarinya sangatlah sedap dipandang mata.
Begitu banyak hal-hal yang sangat menarik dari Indonesia. Indonesia itu seperti mutiara. Namun sayangnya mutiara kita ini masih belum bisa bersinar karena tertutup debu. Tugas kita adalah untuk membersihkan debu-debu yang menempel padanya. Langkah awal membersihkan debu itu berasal dari diri kita terlebih dahulu. Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia. Misalnya saja dengan membeli produk dalam negeri. Kita juga harus mempelajari sejarah secara sungguh-sungguh dan jangan mudah terpengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan kaidah kita. Yang paling penting adalah kita harus percaya pada potensi yang dimiliki Indonesia. Potensi akan sumberdaya alamnya, potensi para pelajar dan tunas-tunas bangsa, serta potensi bahwa Indonesia bisa menjadi lebih baik untuk kedepannya. Majulah Indonesiaku. Ku percaya kita pasti bisa.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Daftar Pustaka

Raden Gumelar Wiriakusumah. 2010. 23 Fakta Tentang Indonesia. http://catatan-gume.blogspot.com/2010/06/23-fakta-tentang-indonesia.html.Diunduh pada pukul 15:49

Tidak ada komentar:

Posting Komentar